No.17
Sejenak keheningan malam yang terasa mencekam , dalam kekosongan hanya terdiam membisu , suara-suara itu datang dari sudut sana, begitu juga sosok hitam yang berdiri tegak dengan kegagahannya menatapi segala aktifitas.
Meja-meja makan dipenuhi oleh para orang-orang berpakaian dengan gaya orang belanda pada zaman penjajahan, mereka asik berpesta, menikmati hidangan makanan mereka.
Seperti dua kehidupan , perbedaan aura dan energi antara siang dan malam sangatlah terasa.
Mereka sangat ingin menceritakan siapa mereka dan apa peranan mereka. Namun mereka semua selalu malu, karena kerendahannya dan sangat sekali menjaga keseimbangan.
Ketika senja tiba semua berkumpul satu seperti pertemuan besar yang memang sudah diagendakan.
Hanya satu yang mereka benci adalah hal-hal negatif, mereka akan menegur dengan cara mereka, apalagi bila terlihat langsung oleh mereka, mereka akan langsung bertindak.
Komentar
Posting Komentar